A.Latar Belakang
Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok.B.Jumlah Peserta
Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahunC.Fasilitas dan Alat
Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegiBatu atau keramik
Halaman atau pekarangan rumah yang rata
D.Jalannya Permainan
Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100,sampoerna mild 300, malboro 500 dan lain-lain.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan “gasang”(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).
Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.

